Rabu, 18 Januari 2012

Dua Lelaki

   Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang dapat menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat pergi ke daerah berasingan dan mereka tinggal berjauhan.

    Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.
Seminggu kemudian. Lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan isteri, keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat lelaki pertama tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apa.
Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.
Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan isterinya dapat meninggalkan pulau itu.
    Pagi siang hari mereka menemui kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan isterinya naik ke atas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima keajaiban tersebut kerana doa-doanya tak pernah terkabulkan.
    Apabila kapal siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, “Hai. Mengapa engkau meninggalkan rakanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”
“Berkatku hanyalah milikku sendiri, hanya kerana doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki pertama.
“Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa,”
“Kau salah!” suara itu bertempik.
“Tahukah kau bahwa rakanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”
Lelaki pertama bertanya, “Doa macam apa yang dia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?”
“Dia berdoa agar semua doamu dikabulkan”
Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Banyak orang yang telah mengorbankan segalanya demi kebahagiaan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peranan orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja.
 Semoga kita bisa mengambil pelajarannya

Ungkapan Cinta Ku Untuk Bunda

Kau adalah gemerlap bintang dilangit malamku
Bukan,kau lebih dari itu..
Kau adalah pendar rembulan diangkasa sana
Bukan! kau lebih dari itu..
Kau adalah benderang matahari ditiap waktu
Bukan! kau lebih dari itu..
Kau adalah sinopsis semesta
Itu saja..




Kasih Ibu seperti lingkaran
Tak berawal & tak berakhir
Kasih Ibu selalu berputar & terus meluas
damainya melingkupi seperti kabut pagi
Menghangatkan seperti mentari siang
Dan menyelimuti seperti bintang


Ingin kudekap..
Menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur seperti masa kecilku dulu
Lalu doa-doa& kasih sayang disepanjang hidupku
Dengan apa aku membalasmu Ibu..


Ibumu adalah ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu..
Bungkukkan badanmu..
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam dalam..
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan kedalam kalbumu..


Kalo Ibu membelai rambutmu
Mengusap keningmu..
Memijit kakimu..
Nikmatilah dengan syukur & batin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir lewat tangannya


Kalo dari tempat yang jauh
Engkau kangen dengan Ibunda
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu
Karena setiap bunyi kerinduan hatimu
Adalah sebaris lagu cinta Alah kepada setiap ciptaan-Nya


Ya Illahi Ya Robbi..
Diri ini takkan pernah sanggup membalas cinta & kasih sayangnya
Sejuta maaf takkan sanggup bisa menebus dosa hamba padanya
Hanya cinta & kasih sayang-Mu yang sepadan sebagai balasan cinta & kasih sayangnya.