Rabu, 01 Februari 2012

10 Penyakit Misterius yang Belum Ada Obatnya

Makin banyaknya penyakit baru yang bermunculan membuat para peneliti berusaha terus mencari obatnya. Namun, ada beberapa penyakit tergolong tertua di dunia yang sampai sekarang belum ada obatnya. Bahkan, penyebab penyakit ini pun masih misterius.
Sepuluh penyakit yang juga dianggap mematikan ini masih terus diteliti para ilmuwan. Berikut ini nama-nama penyakit misterius itu, dikutip dari Methods Of Healing.


1. AIDS
Penyakit ini ditemukan pertama kali pada 25 tahun lalu. Sampai sekarang, para ilmuwan masih berusaha menemukan obatnya. Saat ini, AIDS tetap menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan, terutama di negara-negara berkembang.
 
2. Penyakit alzheimer
Orang yang menderita sakit ini berarti mengalami kondisi di mana sel-sel saraf di otak mati, sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik. Gejalanya sulit dideteksi. Orang yang menderitanya memiliki problem dengan daya ingat, penilaian, dan berpikir. Penyebab pasti penyakit ini tidak diketahui dan tidak dapat disembuhkan.


3. Flu burung

Manusia tidak memiliki kekebalan terhadap serangan virus flu ini. Kekhasan virus ini ialah ketika sekali masuk ke tubuh manusia, virus akan bermutasi terus. Yang paling dikhawatirkan para ilmuwan ialah kalau virus ini sampai menular dari manusia ke manusia lain.
Tingkat kematian di antara orang yang terinfeksi virus flu burung (H5N1) ialah 50%. Sejauh ini yang tercatat medis, sebagian besar infeksi terjadi melalui kontak langsung antara manusia dan burung yang membawa virus.
4. Pica
Orang yang didiagnosis menderita Pica biasanya memiliki dorongan tak tertahankan untuk makan sesuatu yang tidak wajar, misalnya tanah liat atau lem kertas, bahkan plastik. Meskipun penyakit ini terkait dengan tubuh yang kekurangan mineral, para ahli belum menemukan penyebab pasti atau pengobatan untuk itu.
 
5. Penyakit autoimun
Ini adalah istilah generik, yang menggambarkan kondisi mengerikan. Salah satu satunya dikenal sebagai penyakit lupus, penyakit yang mempengaruhi berbagai organ tubuh. Sejauh ini, para peneliti belum mampu menemukan pemicu penyakit ini. Menurut ilmuwan, orang yang paling rentan terkena penyakit ini adalah wanita.
 
6. Skizofrenia
Para ahli menganggap itu salah satu gangguan mental yang paling membingungkan, karena meniadakan logika dan kemampuan pasien untuk membedakan antara realitas dan fantasi.
Gejalanya bervariasi. Misalnya delusi, halusinasi, inkoherensi dalam pidato, kurangnya motivasi atau emosi. Contohnya, orang yang menderita penyakit ini selalu merasa terancam.
 
7. Penyakit Creutzfeldt-Jakob
Penyakit mengganggu otak yang biasanya berakibat fatal. Gejalanya seperti gangguan pada memori serta perubahan perilaku. Menurut ilmuwan, penyakit yang sering disebut ‘sapi gila’ ini mampu berkembang cepat.
 
8. Flu
Setiap tahun di Amerika Serikat, tercatat ada miliaran kasus flu. Namun, dokter masih belum memiliki data yang cukup mengenai flu dan penyebabnya. Obat yang paling sering direkomendasikan kepada pasien adalah sup panas.
 
9. Sindroma kelelahan kronis
Penyakit ini memiliki manifestasi klinis yang tidak dapat dijelaskan. Pasien yang menderita sindroma ini selalu akan merasa sangat lelah. Akhirnya, mereka selalu berada di tempat tidur sepanjang waktu.
 
10. Penyakit Morgellons
Penyakit misterius ini mengembangkan gejala yang paling tidak biasa yang mengingatkan Anda pada film horor. Orang yang terkena akan memiliki ruam kulit yang aneh. Akan keluar serat misterius dari kulit. Kulit akan berubah warna menjadi merah, hitam atau biru.
Selain itu, pasien akan merasakan sensasi mengerikan. Seolah-olah ada semua jenis makhluk yang bergerak di bawah kulit mereka. (pet

11 Penyakit Akibat Kelamaan Nonton TV

11 Penyakit Akibat Kelamaan Nonton TV
Posted on 31 January 2012 
KOMPAS.com – Sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya dengan menonton televisi di rumah apabila tidak ada kesibukan. Ada yang beranggapan, menghabiskan waktu dengan menonton televisi membuat hidup menjadi lebih berkualitas.
Banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari menonton televisi. Tetapi pada kenyataannya, terlalu lama menonton layar kaca justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.
Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang mungkin bisa menimpa Anda jika terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi :
1. Risiko sakit jantung
Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkat risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 % dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 %. Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki 80 % peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.
2. Gangguan tidur
Terlalu sering menonton TV dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat Anda terjaga lebih lama, tidur tidak teratur dan lelah. Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.
3. Diabetes
Sebuah studi pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes meningkat sebesar 14 % pada mereka yang menonton TV selama 2 dalam sehari. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam seminggu, 3 kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2 daripada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.
4. Obesitas
Menonton televisi terlampau sering membuat otot Anda tidak bergerak. Jika otot-otot Anda tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.
5. Attention Deficit Disorder (ADD)
ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.
6. Peningkatan risiko asma
Di Inggris, sebuah penelitian mempelajari kebiasaan menonton TV lebih dari 3.000 anak-anak mulai usia bayi sampai 11 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menghabiskan 2 jam atau lebih menonton televisi per hari, dua kali lebih berisiko menderita asma.
7. Mindless eating
Banyak orang tidak sadar, bahwa ketika menonton televisi Anda memiliki kesempatan lebih banyak makan dibandingkan saat melakukan kegiatan lain.
8. Memberi efek negatif pada mental
Menonton TV untuk jangka waktu lama memiliki efek negatif pada perkembangan intelektual anak. American Academy of Pediatrics melarang anak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV dan merekomendasikan pada anak usia diatas 2 tahun untuk tidak menonton TV lebih dari dua jam sehari.
9. Sakit mata
Menonton televisi terlalu banyak buruk bagi mata Anda, terutama ketika menonton televisi di ruangan gelap. Memfokuskan mata Anda terlalu lama pada salah satu objek dapat membuat mata Anda tegang.
10. Perilaku agresif
Anak-anak kecil lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara TV atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.
11. Kurang sosialisasi
Terlalu sering menonton televisi dapat mengurangi interaksi sosial Anda dengan teman dan keluarga. Hal ini dapat menyebabkan berbagai fobia sosial

Permainan Tradisional yang Digerus Zaman

Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman ternyata permainan tradisional hampir punah di permukaan ranah nusantara ini. Bukti yang mencolok adalah saat ini anak-anak sudah dijejali dengan berbagai permainan elektronik. Berarti memang sudah terbukti sekali khususnya pada kota-kota besar permainan tradisional terpingirkan oleh perkembangan zaman ini...


1320813401636275648
Sungguh menyayat hati rasanya apabila permainan tradisional tersebut hilang dimakan oleh waktu dan zaman. Sesungguhnya permainan tradisional tersebut diciptakan oleh para pemainnya hanya menggunakan barang-barang seadanya untuk mendorong mereka lebih kreatif lagi didalam berekpresi. Jadi apa seharusnya di perbuat bagi kita selaku orang tua untuk menanamkan kembali permainan tradisional itu kepada anak-anak kita…?
1320813464134537334
Peran orang tua sebenarnya sangat berarti sekali terhadap perkembangan anak, tetapi justru orang tua saat ini khususnya di kota besar mereka menjejali berbagai permainan elektronik kepada anak-anak mereka. Karena dunia anak adalah dunia dimana mereka belajar, baik itu belajar sosialisasi maupun belajar mengetahui apa yang ada dihadapannya. Berbagai permainan diciptakan untuk menghibur dan menjadi sarana pendidikan mereka, tetapi kali ini berbeda halnya dengan permainan tempo dulu, dimana para orang tua hanya membekali mereka permainan sederhana.
1320813533157250553
Ironis memang kalau kita telaah pada saat ini, zaman dan pengaruh dunia luar sangat mempunyai peranan secara tidak langsung ternyata. Tinggal bagaimana sekarang para orang tua untuk memaknai perkembangan anaknya dalam dunia pendidikan. Khusus pada permainan tradisional yang hilang dengan seiringnya waktu ini, kita selaku penerus bangsa maupun calon orang tua tiba saatnya nanti, perlulah secara bersama-sama menggiatkan kembali apa yang telah diberikan oleh para nenek moyang kita, jangan sampai apa yang telah ada itu sirna.

1320813563934467405